Ketua SMSI menilai, sekolah semestinya menjadi garda terdepan dalam menjaga semangat kesederhanaan dan inklusivitas. Kreativitas siswa tetap dapat difasilitasi tanpa harus keluar dari lingkungan sekolah maupun menimbulkan beban finansial.
Baca juga:Golok Galonggong Manonjaya, Warisan Pandai Besi dari Tasikmalaya
Situasi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, agar tidak terjadi pergeseran makna kebijakan. Pengawasan dan pedoman teknis yang lebih rinci dianggap penting guna memastikan kegiatan siswa tetap sejalan dengan aturan yang berlaku.
Pada akhirnya, esensi pendidikan bukan sekadar seremonial atau kemasan kegiatan, melainkan nilai yang ditanamkan. Kesederhanaan, kebersamaan, dan keadilan sosial seyogianya tetap menjadi landasan utama dalam setiap aktivitas di lingkungan pendidikan.
Reporter: Andri








