Kilas Tasikmalaya – Fenomena kegiatan yearbook yang kian marak dilaksanakan di luar lingkungan sekolah kini menjadi perhatian serius publik di Kota Tasikmalaya. Di tengah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah menegaskan larangan kegiatan perpisahan maupun aktivitas seremonial di luar sekolah, praktik yearbook dengan konsep eksklusif justru berkembang pesat.

Situasi ini mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk mengambil langkah tegas melalui pengecekan langsung ke sejumlah sekolah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya akan melakukan penelusuran dan pengecekan terkait pelaksanaan kegiatan yearbook di luar sekolah. Sabtu 14 Pebruari 2026

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya sorotan masyarakat terhadap kegiatan tersebut, yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan sosial maupun ekonomi.

Baca juga:Situ Sanghyang, Wisata Lokal di Tengah Alam yang Masih Asri

Belakangan, yearbook yang awalnya dimaknai sebagai dokumentasi kenangan sederhana, mengalami pergeseran konsep. Di sejumlah sekolah, kegiatan ini tak lagi sekadar sesi foto di lingkungan sekolah, melainkan dirancang layaknya sebuah agenda besar. Mulai dari penyewaan studio profesional, pengambilan gambar di kafe, hotel, hingga lokasi wisata tertentu, seluruhnya dibalut dengan konsep tematik yang menarik namun berbiaya tinggi.

Biaya yang dibebankan kepada siswa pun menjadi salah satu sumber polemik. Tidak sedikit orang tua yang merasa keberatan, terutama ketika nominal yang harus dikeluarkan mencapai jutaan rupiah dari siswa. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan adanya tekanan sosial, di mana siswa yang tidak ikut kegiatan berpotensi merasa tersisih dari lingkaran pergaulan.

Sorotan publik semakin menguat karena secara substansi, kegiatan yearbook di luar sekolah dinilai memiliki kemiripan dengan kegiatan perpisahan yang telah dilarang. Meskipun berbeda istilah, namun kemasan kegiatan yang menyerupai seremoni perpisahan memicu pertanyaan di tengah masyarakat.

Baca juga:Pacu Jawi, Tradisi Balapan Sapi Unik Warisan Budaya Minangkabau

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini