Kilas Tasikmalaya – Payung Geulis merupakan salah satu warisan budaya tradisional yang lahir dan berkembang di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Kerajinan ini tidak hanya mencerminkan keindahan seni rupa, tetapi juga merekam perjalanan sejarah, nilai budaya, serta ketekunan masyarakat Sunda dalam menjaga identitas lokalnya.

Kata geulis dalam bahasa Sunda berarti cantik atau indah, sehingga Payung Geulis dapat dimaknai sebagai payung yang tidak sekadar berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan panas, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi.

Sejarah Payung Geulis diperkirakan bermula pada sekitar tahun 1930-an. Pada masa itu, masyarakat Tasikmalaya mulai memproduksi payung secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alam yang tersedia di lingkungan sekitar. Rangka payung dibuat dari bambu pilihan yang kuat namun lentur, sementara bagian penutupnya menggunakan kertas khusus atau kain.

Baca juga:Makam Eyang Prabudilaya, Di Tengah Situ Gede yang Sarat Sejarah dan Nuansa Mistis

Awalnya, payung ini digunakan sebagai alat kebutuhan sehari-hari, terutama oleh kaum perempuan dalam aktivitas di luar rumah. Namun seiring waktu, para perajin mulai memberikan sentuhan seni dengan melukis permukaan payung menggunakan motif-motif khas alam.

Motif Payung Geulis umumnya terinspirasi dari keindahan lingkungan sekitar, seperti bunga, dedaunan, burung, dan ornamen flora lainnya. Setiap goresan lukisan dibuat secara manual dengan penuh ketelitian, mencerminkan kesabaran dan kehalusan rasa seni perajinnya.

Warna-warna yang digunakan pun cenderung cerah dan harmonis, melambangkan keceriaan, keanggunan, serta keseimbangan hidup masyarakat Sunda. Tidak ada dua Payung Geulis yang benar-benar sama, karena setiap payung memiliki ciri khas dan karakter tersendiri sesuai tangan pembuatnya.

Baca juga:Ciung Wanara dan Adu Ayam, Sejarah yang Jarang Diceritakan

Memasuki era 1950-an hingga 1970-an, fungsi Payung Geulis mulai mengalami pergeseran. Payung ini tidak lagi sekadar digunakan sebagai alat pelindung, melainkan berkembang menjadi bagian penting dalam seni pertunjukan dan budaya Sunda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini