“Hasil LT-I ini menjadi tolok ukur sejauh mana para pembina berhasil menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada peserta didik,” katanya.
Baca juga:Seni Ketangkasan Domba Garut, Antara Warisan Budaya dan Sorotan Hukum Islam
H. Cecep juga mengingatkan para pembina agar tidak terlalu banyak membantu peserta selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, peserta harus diberi kesempatan untuk belajar mandiri, mulai dari mengatur kebutuhan kelompok, bekerja sama, menyusun rencana, hingga menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama.
“Biarkan anak-anak belajar mandiri. Itulah esensi dari perkemahan dan pendidikan kepramukaan, yakni membentuk pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama,” tegasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini akan lahir generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, mampu mawas diri, mengetahui batasan diri, serta mampu mengendalikan diri sesuai dengan perkembangan usianya.
“Saya berharap setelah mengikuti perkemahan ini lahir generasi muda yang sejak dini mampu mawas diri, disiplin, tahu diri, dan mampu mengendalikan diri sesuai perkembangan usianya,” pungkas H. Cecep.(Riky)








