Kilas Tasikmalaya – Di sudut Kampung Sumelap, Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, denyut ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal terus hidup. Di antara rumpun bambu dan suara aktivitas warga, seorang perajin tekun menata bilah demi bilah bambu menjadi produk yang bernilai guna. Dialah Kang Rosadi, yang akrab disapa Kang Ocot, sosok pekerja keras yang menggantungkan penghidupan dari kerajinan kandang ayam berbahan bambu.Jum’at 13 Pebruari 2026
Setiap hari, tangan terampil Kang Ocot nyaris tak berhenti. Dengan peralatan sederhana dan keahlian yang ditempa oleh pengalaman, ia mampu memproduksi rata-rata dua kandang ayam per hari. Bukan sekadar angka, produktivitas ini mencerminkan disiplin, ketekunan, dan kecintaan pada pekerjaan yang telah menjadi bagian dari hidupnya.
Bambu, bahan utama yang mudah dijumpai di wilayah Tasikmalaya, diolah Kang Ocot menjadi kandang ayam yang kokoh, ringan, dan fungsional. Proses pembuatannya menuntut ketelitian mulai dari pemilihan bambu, pemotongan, penghalusan, hingga perakitan. Setiap kandang bukan hanya hasil kerja tangan, tetapi juga cerminan dedikasi seorang perajin yang memahami betul kebutuhan para peternak.
Baca juga:Golok Galonggong Manonjaya, Warisan Pandai Besi dari Tasikmalaya








