Kilas Garut – Di tengah bentang alam pegunungan yang sejuk dan subur, Kabupaten Garut menyimpan satu tradisi turun-temurun yang hingga kini tetap bertahan dan bahkan semakin dikenal luas, yakni seni ketangkasan domba Garut. Tradisi ini bukan sekadar tontonan, melainkan telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Priangan.
Di lapangan terbuka, diiringi sorak penonton dan tabuhan musik khas Sunda, dua domba jantan unggulan akan saling berhadapan, memperlihatkan kekuatan fisik, keberanian, dan hasil latihan yang telah dijalani selama berbulan-bulan.
Bagi para peternak, ajang ini adalah panggung prestise. Seekor domba yang tampil gagah dengan tanduk melingkar sempurna dan postur kekar bukanlah hasil kebetulan, melainkan buah dari ketelatenan, ketekunan, dan biaya yang tidak sedikit.
Baca juga:Pamidangan yang Tertinggal Zaman: Cerita Adu Domba di Babakan Siliwangi
Pakan pilihan, perawatan rutin, jamu khusus, hingga latihan fisik terjadwal menjadi bagian dari keseharian domba-domba tersebut. Tak heran, ketika kontes digelar, para pemiliknya hadir dengan rasa bangga, seolah membawa “atlet” andalan mereka ke arena pertandingan.
Kontes seni ketangkasan domba tidak hanya digelar di Garut, tetapi juga merambah berbagai wilayah di Jawa Barat. Skala acaranya pun beragam, dari tingkat lokal hingga kejuaraan besar yang melibatkan dukungan pemerintah daerah. Hadiah yang ditawarkan sering kali bernilai tinggi sepeda motor, peralatan rumah tangga, sapi, hingga trofi bergilir bergengsi menjadikan kompetisi ini semakin semarak dan kompetitif.
Namun di balik kemeriahan itu, muncul pertanyaan mendasar bagaimana Islam memandang tradisi ini?
Dalam ajaran Islam, hewan adalah makhluk ciptaan Allah yang juga memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik. Rasulullah SAW mengajarkan prinsip ihsan (berbuat baik) kepada seluruh makhluk, termasuk hewan. Dalam banyak riwayat, ditegaskan bahwa menyiksa hewan, membuatnya menderita tanpa alasan yang dibenarkan, atau menjadikannya sekadar objek hiburan yang melukai, merupakan perbuatan yang tercela.








