Kilas Bandung – Di tengah hiruk pikuk Kota Bandung yang terus bertumbuh, terselip sebuah ruang hijau yang menyimpan kisah masa lalu: Hutan Kota Babakan Siliwangi. Kawasan yang kini dikenal sebagai paru-paru kota dan ruang publik ini ternyata pernah menjadi saksi hidup sebuah tradisi ketangkasan rakyat yang mengakar kuat dalam budaya Sunda, yakni adu domba.
Tak banyak yang mengetahui, jauh sebelum Babakan Siliwangi ditata sebagai kawasan konservasi dan rekreasi, di tempat inilah berdiri sebuah pamidangan arena khusus adu domba yang menjadi pusat perhatian masyarakat pada masanya.
Pamidangan adu domba tersebut masih dapat dijumpai hingga kini, meski dalam kondisi yang jauh berbeda dari masa kejayaannya. Bangunannya berdiri sederhana di antara pepohonan yang tetap rimbun dan menjulang tinggi. Material kayu mendominasi seluruh struktur bangunan, memperlihatkan kesan klasik sekaligus menegaskan bahwa arena ini dibangun dengan pendekatan tradisional, menyatu dengan alam sekitarnya.
Empat bangunan kayu mengitari lapangan berbentuk persegi panjang, yang dahulu menjadi medan utama tempat domba-domba jantan terbaik diadu ketangkasan dan kekuatannya, di bawah pengawasan juri adat dan tokoh masyarakat.
Pada masa lalu, arena adu domba di Babakan Siliwangi bukan sekadar tempat pertunjukan. Ia berfungsi sebagai ruang sosial dan budaya, tempat masyarakat berkumpul, bersilaturahmi, dan merayakan tradisi. Setiap helaran adu domba selalu diiringi oleh sorak sorai penonton, denting alat musik tradisional, serta prosesi adat yang sarat makna.
Tradisi ini tidak hanya menonjolkan kekuatan fisik hewan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai seperti sportivitas, keberanian, dan kehormatan, yang dijunjung tinggi dalam kehidupan masyarakat Sunda.
Seiring berjalannya waktu, perubahan wajah kota membawa dampak besar bagi keberlangsungan tradisi ini.
Isu pelestarian lingkungan, kesejahteraan hewan, serta perubahan pola hiburan masyarakat secara perlahan menggeser aktivitas adu domba dari ruang-ruang publik perkotaan. Babakan Siliwangi pun bertransformasi menjadi kawasan hutan kota yang difokuskan pada konservasi alam, edukasi lingkungan, dan rekreasi warga.








