Baca juga:Golok Galonggong Manonjaya, Warisan Pandai Besi dari Tasikmalaya

Perdebatan di kalangan ulama pun muncul ketika membahas tradisi adu hewan. Sebagian ulama berpendapat bahwa jika praktik tersebut menyebabkan luka, penderitaan, atau bahkan kematian pada hewan, maka hukumnya haram. Terlebih lagi apabila di dalamnya terdapat unsur perjudian (maisir), maka larangannya menjadi semakin jelas dan tegas.

Di sisi lain, ada pula pandangan yang lebih kontekstual. Mereka menilai bahwa hukum bisa berbeda jika memenuhi syarat-syarat tertentu tidak ada unsur judi, tidak menyebabkan luka berat, tidak bertujuan menyiksa, serta ada pengawasan ketat terhadap keselamatan hewan. Dalam perspektif ini, seni ketangkasan domba dipandang sebagai bagian dari budaya dan ajang seleksi kualitas ternak, bukan sekadar adu kekerasan.

Pendukung tradisi ini sering menegaskan bahwa domba-domba Garut dipelihara dengan sangat baik. Bahkan sebelum dan sesudah pertandingan, kondisi kesehatan mereka diperiksa. Pertandingan pun biasanya dihentikan apabila salah satu domba dianggap tidak layak melanjutkan. Dari sudut pandang ini, mereka melihatnya sebagai olahraga ternak yang memiliki aturan dan batasan tertentu.

Baca juga:Situ Bagendit, Dari Legenda Nyi Endit hingga Jejak Sejarah Garut

Meski demikian, Islam selalu menempatkan nilai rahmah (kasih sayang) sebagai landasan utama. Tradisi boleh berkembang, budaya boleh dilestarikan, tetapi tidak boleh mengabaikan prinsip kemanusiaan dan perlindungan terhadap makhluk hidup. Jika dalam praktiknya terdapat unsur kekerasan berlebihan atau eksploitasi, maka hal tersebut jelas bertentangan dengan ajaran Islam.

Akhirnya, persoalan seni ketangkasan domba Garut bukan semata soal budaya atau hiburan, tetapi juga soal etika dan tanggung jawab moral. Tradisi ini bisa tetap hidup dan berkembang selama dijalankan dengan aturan yang ketat, menjunjung kesejahteraan hewan, serta bebas dari unsur yang dilarang agama. Dengan demikian, kearifan lokal dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kasih sayang dan keadilan bagi seluruh makhluk.(Ek)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini