“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian seni tradisional bukan hanya tentang mempertahankan warisan budaya, tetapi juga membangun kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong di antara seluruh pelaku seni. Kami berharap hubungan yang harmonis ini terus terjaga sehingga tidak ada ruang untuk saling menjatuhkan, melainkan saling mendukung dan menguatkan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seni budaya seperti ini menjadi media yang sangat penting untuk memberikan ruang bagi para seniman dalam menampilkan kreativitas dan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Baca juga:Kearifan Lokal Suku Baduy, Budaya yang Tetap Lestari di Banten
Lebih dari itu, penyelenggaraan Milangkala Kecamatan Cineam diharapkan mampu menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah. Dengan semakin banyaknya anak-anak dan remaja yang terlibat dalam berbagai latihan dan pertunjukan, regenerasi seniman tradisional di Kecamatan Cineam diharapkan dapat terus berjalan sehingga kesenian khas daerah tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
Semangat kolaborasi yang terbangun melalui latihan bersama ini menjadi cerminan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kebersamaan seluruh sanggar, padepokan, komunitas seni, pemerintah, dan masyarakat, Milangkala Kecamatan Cineam ke-186 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan hari jadi semata, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya daerah serta memperkenalkan kekayaan seni tradisional Cineam kepada masyarakat yang lebih luas.(Riky)








