Material bambu yang digunakan menunjukkan kedekatan masyarakat dengan alam sekaligus kreativitas yang diwariskan secara turun-temurun. Ketika perahu-perahu itu melintas perlahan di atas permukaan air, tercipta pemandangan yang menghadirkan nuansa tradisional yang khas dan memikat.
Baca juga:Pamidangan yang Tertinggal Zaman: Cerita Adu Domba di Babakan Siliwangi
Sebagai bagian dari Kabupaten Tasikmalaya, Situ Sanghyang perlahan berkembang menjadi magnet wisata lokal yang semakin dikenal. Pengunjung datang untuk menikmati keasrian alam, merasakan ketenangan, hingga mengabadikan momen di tengah panorama yang indah.
Ada yang memilih menikmati perjalanan singkat dengan perahu bambu, ada pula yang sekadar duduk di tepi situ sambil menikmati suasana. Setiap kunjungan menghadirkan pengalaman yang berbeda, namun selalu meninggalkan kesan mendalam.
Situ Sanghyang pada akhirnya bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga representasi dari keindahan alam Tasikmalaya yang berpadu dengan kekayaan budaya lokal. Keasrian, kesederhanaan, dan nuansa tradisional menjadikan tempat ini memiliki pesona yang khas—sebuah ruang di mana ketenangan dan keindahan hadir tanpa perlu dibuat-buat.
Reporter: Dit








