“TMMD menjadi momentum mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga:Pacu Jawi, Tradisi Balapan Sapi Unik Warisan Budaya Minangkabau
Pada pelaksanaan TMMD ke-129 ini, sejumlah sasaran fisik akan dikerjakan, di antaranya pembangunan jalan semi hotmix di Kampung Jambubarang, Nagrog, Pasirnete, dan Cilintun, pembangunan tembok penahan tanah di jalur Pamegatan–Situ, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembangunan lima unit sumur bor.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai program nonfisik, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, pendidikan bela negara, penguatan ketahanan pangan melalui penanaman pohon dan budidaya ikan, serta kegiatan sosial yang melibatkan berbagai perangkat daerah.
Dukungan lintas sektor turut diberikan melalui bantuan penanganan stunting dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya serta santunan dari Baznas Kabupaten Tasikmalaya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Program TMMD ke-129 dijadwalkan berlangsung selama 30 hari. Melalui kolaborasi seluruh unsur, diharapkan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dapat terealisasi sesuai target, sehingga mampu meningkatkan aksesibilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat ketahanan wilayah, serta semakin mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.(Ek)








