Posisi tersebut, kata dia, dapat menjadi modal bagi Aceh untuk mengembangkan konektivitas penerbangan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi.

Ia juga menyebut Aceh memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu titik hub penerbangan, termasuk peluang konektivitas menuju Arab Saudi.

Selain aspek konektivitas, Jufriandi menilai promosi potensi wisata Aceh perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha dan media.

Baca juga:Jejak Adu Bagong di Tatar Sunda, Tradisi Lama yang Kini Tinggal Cerita

“Kita harus sama-sama bahu-membahu mempromosikan Aceh. Kita tidak boleh bosan menyampaikan kepada dunia dan daerah luar bahwa Aceh ini aman,” ujar Jufriandi.

Pada kesempatan itu, Zulfikar menjelaskan audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara SMSI Aceh Besar dan Garuda Indonesia.

Ia berharap ke depan dapat dirancang berbagai bentuk kerja sama yang konkret, termasuk promosi daerah, publikasi kegiatan, serta kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata dan ekonomi.

Selain itu, Zulfikar menyampaikan bahwa kepengurusan SMSI Aceh Besar masa bakti 2026–2029 akan segera dilantik.

Baca juga:Kearifan Lokal Suku Baduy, Budaya yang Tetap Lestari di Banten

“Insyaallah pelantikan Pengurus SMSI Aceh Besar masa bakti 2026–2029 akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2026. Setelah pelantikan, kami siap memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Garuda Indonesia,” katanya.

Ia menegaskan SMSI Aceh Besar berkomitmen membangun organisasi perusahaan media siber yang profesional, berintegritas dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal terbangunnya sinergi antara SMSI Aceh Besar dan Garuda Indonesia dalam memperkuat publikasi serta promosi berbagai potensi Aceh ke tingkat nasional maupun internasional.(***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini