Amran Saefullah menuturkan bahwa kegiatan semacam ini memiliki dimensi sosial yang sangat penting. Selain mempererat hubungan emosional antaranggota dan peserta, touring munggahan juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga warisan sejarah serta menghargai kontribusi para tokoh lokal.

Baca juga:Ketua SMSI Prihatin, Pemerintah Sibuk Bangun KDMP, Tugu Koperasi Justru Terbengkalai

Ia menilai, penguatan nilai historis dan kultural merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan yang berkelanjutan, karena identitas daerah tumbuh dari penghormatan terhadap akar sejarahnya.

Kegiatan touring munggahan KAHMI Tasikmalaya pun mendapat respons positif dari para peserta dan masyarakat sekitar. Banyak yang menilai bahwa agenda tersebut menghadirkan pesan moral yang kuat, terutama di tengah dinamika modernisasi yang kerap membuat masyarakat melupakan sejarah lokalnya.

Melalui kegiatan ini, KAHMI Tasikmalaya menunjukkan komitmen untuk tidak hanya hadir dalam aktivitas sosial, tetapi juga berperan dalam merawat memori kolektif dan nilai-nilai kearifan lokal.

Baca juga:Pencak Silat Cimande: Jejak Sejarah, Silsilah, dan Warisan Luhur Tanah Sunda

Lebih dari sekadar perjalanan bersama, touring munggahan ini menjadi simbol bahwa kebersamaan, refleksi spiritual, serta penghormatan terhadap sejarah dapat berjalan beriringan. Semangat tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran yang lebih luas di tengah masyarakat, bahwa mengenang sejarah dan menghargai tokoh lokal adalah bagian penting dalam menjaga karakter dan jati diri daerah.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meninggalkan kesan kebersamaan, tetapi juga pesan mendalam tentang arti penting sejarah, penghormatan, dan nilai keteladanan bagi kehidupan sosial masyarakat Tasikmalaya.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini