Kilas Tasikmalaya – Kondisi memprihatinkan Tugu Koperasi kembali menuai sorotan. Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyatakan keprihatinan mendalam melihat salah satu situs bersejarah koperasi nasional itu kini terkesan terabaikan, minim perawatan, dan jauh dari nilai sakral sejarah yang dikandungnya.
Menurut Ketua SMSI Tasikmalaya Endang Kusnadi yang akrab sapaan Kang Aditya, Tugu Koperasi bukan sekadar monumen biasa, melainkan simbol lahirnya gerakan ekonomi kerakyatan Indonesia. Ironisnya, di tengah gencarnya pemerintah mengampanyekan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), perhatian terhadap warisan sejarah koperasi justru melemah.
“Ini paradoks. Pemerintah sibuk membangun koperasi baru dengan anggaran besar, tapi simbol sejarah koperasi yang nyata justru dibiarkan terbengkalai,” ujarnya dengan nada prihatin. Minggu 8 Pebruari 2026.
Baca juga:Golok Galonggong Manonjaya, Warisan Pandai Besi dari Tasikmalaya
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi Tugu Koperasi tampak kusam, lingkungan sekitar kurang terawat, dan tidak mencerminkan statusnya sebagai situs bersejarah nasional. Padahal, lokasi ini kerap dijadikan rujukan saat peringatan Hari Koperasi Nasional maupun kegiatan seremonial lainnya.








