Kilas Tasikmalaya – Kegiatan touring munggahan yang digelar oleh KAHMI Tasikmalaya berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, serta sarat nilai historis. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi menjelang bulan suci, tetapi juga dimaknai sebagai momentum refleksi untuk mengingat kembali jejak sejarah lokal yang memiliki arti penting bagi masyarakat Tasikmalaya.
Para peserta touring tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi ruh utama kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya, Amran Saefullah, yang menyampaikan bahwa touring munggahan ini bukan sekadar agenda rutin atau seremoni tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih dalam karena dirangkai dengan upaya mengingat sejarah serta menghormati sosok yang telah memberi inspirasi bagi masyarakat Tasikmalaya, yakni Ma Eroh.
Baca juga:Ciung Wanara dan Adu Ayam, Sejarah yang Jarang Diceritakan
Dalam penyampeianya, Amran menekankan pentingnya menjaga ingatan kolektif terhadap tokoh-tokoh lokal yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sosial dan lingkungan di daerah. Selasa 17 Pebruari 2026.
Rangkaian kegiatan dimulai dari Tugu Ma Eroh, yang selama ini dikenal sebagai simbol penghormatan atas dedikasi dan perjuangan beliau. Di lokasi tersebut, para peserta touring bersama-sama mengenang nilai keteladanan, semangat pengabdian, serta pesan moral yang diwariskan Ma Eroh kepada masyarakat.
Momentum itu menjadi refleksi bersama bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang merawat nilai sejarah, karakter, dan identitas lokal yang membentuk jati diri masyarakat.
Baca juga:Perahu Bambu dan Keindahan Alam, Situ Sanghyang Jadi Magnet Wisata Lokal
Setelah prosesi penghormatan di tugu, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke pemakaman Ma Eroh. Suasana khidmat terasa ketika para peserta memanjatkan doa, sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas jasa serta teladan yang telah ditinggalkan. Momen ziarah tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah bukanlah sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pembelajaran bagi generasi masa kini dan mendatang.
Nilai-nilai perjuangan, kepedulian, dan keteguhan yang melekat pada sosok Ma Eroh diharapkan dapat terus hidup dalam kesadaran masyarakat.








