Soal harga, produk kandang ayam buatan Kang Ocot tergolong ramah di kantong. Ia menawarkan variasi harga sesuai ukuran dan model, mulai dari Rp100 ribu, Rp250 ribu, hingga Rp350 ribu per unit. Fleksibilitas harga ini memberi ruang bagi berbagai kalangan, dari peternak kecil hingga pembeli dengan kebutuhan lebih besar.

Bagi Kang Ocot, kerajinan ini bukan sekadar usaha, melainkan juga upaya menjaga tradisi kerajinan bambu agar tetap relevan di tengah gempuran produk pabrikan. Ia percaya, selama kualitas dijaga dan kerja keras tak ditinggalkan, produk lokal akan selalu memiliki tempat di hati masyarakat.

Kehadiran perajin seperti Kang Rosadi menjadi bukti bahwa potensi ekonomi berbasis sumber daya alam lokal masih sangat menjanjikan. Dari Kampung Sumelap, semangat kemandirian dan kreativitas terus menyala mengajarkan bahwa bambu pun dapat menjadi jembatan menuju rezeki dan keberlanjutan hidup.(Dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini