Baca juga:Perahu Bambu dan Keindahan Alam, Situ Sanghyang Jadi Magnet Wisata Lokal
Meski demikian, para pengrajin juga menghadapi berbagai tantangan. Di tengah maraknya produk modern berbahan plastik dan logam yang lebih praktis dan murah, hasil anyaman bambu harus bersaing untuk tetap diminati pasar. Selain itu, harga bahan baku bambu yang kadang tidak stabil serta pemasaran yang masih terbatas menjadi kendala tersendiri bagi para pengrajin.
Namun, semangat warga Kampung Cikiray tidak luntur. Mereka tetap mempertahankan profesi ini sebagai sumber penghasilan sekaligus bentuk kecintaan terhadap warisan leluhur. Bagi mereka, anyaman bambu bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagian dari jati diri yang harus dijaga.
Kampung ini menjadi contoh nyata bahwa kearifan lokal masih memiliki tempat di tengah arus modernisasi.
Dengan ketekunan, kebersamaan, dan rasa bangga terhadap budaya sendiri, warga Kampung Cikiray terus berupaya menjaga tradisi anyaman bambu agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang.
Reporter: Asep








