“Ayeuna mah atos sepuh. Anu mesen teh kadang seueur, kadang henteu. Kadang-kadang abi milarian bahan, ari istri anu nganyam.

Baca juga:Pesona Situ Patenggang, Ikon Wisata Alam Unggulan Jawa Barat

Kanggo kapayuna, mugia para pengrajin tampir di Tasik dipaparin kagampangan dina milarian bahan baku. Kitu deui mugia aya perhatian ti pamarentah kabupaten atanapi pamarentah provinsi kanggo para pengrajin tampir,” ungkap Mang Ikin dengan logat Sundanya.

Meski usianya tidak lagi muda, semangat Mang Ikin dalam melestarikan kerajinan anyaman bambu masih tetap terjaga. Harapannya sederhana, yakni agar kerajinan tampir tetap lestari, generasi muda tertarik meneruskannya, serta pemerintah dapat memberikan perhatian melalui pembinaan, bantuan bahan baku, maupun dukungan pemasaran agar usaha para pengrajin tradisional terus berkembang.(Riky)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini