Sementara itu, Kepala Perpustakaan Universitas Siliwangi, Budi Riswandi, menyampaikan bahwa keberadaan perpustakaan tidak hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai pusat literasi dan ruang interaksi publik yang inklusif. Ia menegaskan bahwa fasilitas perpustakaan terbuka untuk semua kalangan, tidak terbatas hanya bagi mahasiswa.

Baca juga:Golok Galonggong Manonjaya, Warisan Pandai Besi dari Tasikmalaya

“Ruangan perpustakaan ini terbuka untuk umum, bukan hanya mahasiswa Unsil saja. Masyarakat pun diperbolehkan ketika membutuhkan untuk membaca dan menambah pengetahuan,” ujar Budi Riswandi.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan seperti podcast “Teman Bicara” dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat literasi serta memperluas wawasan masyarakat. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif, perpustakaan diharapkan mampu menjadi pusat edukasi yang hidup dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, Universitas Siliwangi menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak luas. Tidak hanya sebagai ruang belajar, perpustakaan kini juga bertransformasi menjadi ruang kreatif yang mendorong lahirnya ide, dialog, dan inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini