“Kami sangat prihatin. Sampai hari ini seolah-olah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menutup mata terhadap kondisi SDN Sukasari. Padahal sekolah ini sudah masuk dalam program prioritas untuk mendapatkan perbaikan,” ujarnya.
Menurutnya, kerusakan bangunan sudah berlangsung cukup lama dan terus mengkhawatirkan. Demi menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan anak-anak, pihak sekolah akhirnya memutuskan memindahkan kegiatan belajar ke musala.
Baca juga:Wabup Asep Sopari, Penanaman Pohon, Perkuat Mitigasi Bencana dan Lingkungan Hijau
Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan di lingkungan yang aman, layak, dan nyaman. Kondisi yang dialami siswa SDN Sukasari diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah agar pembangunan dan rehabilitasi sekolah dapat segera direalisasikan.
Masyarakat berharap pemerintah tidak lagi menunda penanganan kerusakan sekolah tersebut, sehingga para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman tanpa dihantui rasa khawatir akan bahaya bangunan yang sewaktu-waktu bisa roboh.(Ek)








