Ia juga menegaskan bahwa Tugu Koperasi merupakan simbol penting perjuangan ekonomi rakyat yang harus dijaga dan dirawat bersama. Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata Diky, terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers, dalam menjaga dan menghidupkan kembali ruang-ruang publik yang memiliki nilai sejarah dan edukatif.
Sementara itu, Ketua SMSI Tasikmalaya Endang Kusnadi mengungkapkan bahwa aksi tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan insan pers terhadap kondisi Tugu Koperasi yang dalam beberapa waktu terakhir terkesan kurang mendapat perhatian. Padahal, tugu tersebut merupakan salah satu cagar budaya yang menjadi saksi sejarah perkembangan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
Baca juga:Situ Bagendit, Dari Legenda Nyi Endit hingga Jejak Sejarah Garut
“Momentum HPN 2026 kami jadikan sebagai ajang aksi nyata. Bukan hanya diskusi atau seremoni, tapi ada kerja langsung di lapangan. Harapannya, kegiatan ini bisa menggugah kesadaran semua pihak untuk bersama-sama menjaga aset sejarah dan ruang publik di Kota Tasikmalaya,” ujar Kusnadi.
Ia menambahkan, keterlibatan langsung Wakil Wali Kota dalam kegiatan tersebut menjadi bukti adanya sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan insan pers. Sinergi ini diharapkan terus terjalin, terutama dalam mengawal pembangunan daerah agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Kegiatan bersih-bersih dan pengecatan Tugu Koperasi ini juga mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Warga menilai aksi tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menghidupkan kembali perhatian publik terhadap keberadaan Tugu Koperasi yang selama ini kurang tersorot.
Baca juga:Jejak Adu Bagong di Tatar Sunda, Tradisi Lama yang Kini Tinggal Cerita
Melalui peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2026 ini, diharapkan peran pers di Kota Tasikmalaya semakin kuat, tidak hanya sebagai pilar demokrasi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kepedulian sosial, pelestarian sejarah, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Reporter: Dit








