Baca juga:Pencak Silat Cimande: Jejak Sejarah, Silsilah, dan Warisan Luhur Tanah Sunda

Ia menegaskan keyakinannya bahwa di balik setiap kekurangan, Tuhan selalu menyertakan kelebihan, dan sebaliknya, di balik orang yang terlihat memiliki kelebihan, sering kali terdapat kekurangan di sisi lain. Pesan ini disampaikan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keteguhan hati, serta optimisme bagi anak-anak difabel dan keluarga mereka.

Diky Candra juga menyampaikan rasa syukurnya atas semakin terbukanya ruang kerja bagi penyandang disabilitas di Kota Tasikmalaya. Ia menyebut sejumlah tempat usaha seperti Siloka, Saung Alun-Alun, Nini Anteh, serta berbagai restoran lainnya yang telah memberikan kesempatan kerja bagi para difabel.

Baca juga:Rasa yang Tak Bisa Digantikan, Cobek Batu di Tengah Modernisasi

“Ini adalah langkah kecil tapi sangat berarti. Ketika dunia usaha membuka pintu bagi saudara-saudara kita difabel, di situlah kemanusiaan benar-benar hadir,” ujar Diky. Kamis 29 Januari 2026.

Peringatan Hari Braille Sedunia ini pun menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur dan angka-angka, tetapi juga tentang keadilan sosial, empati, dan keberpihakan pada kelompok rentan, agar semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berdaya.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini