Kilas Tasikmalaya — Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, semangat berbagi dan mengabdi ditunjukkan 11 pemuda dari berbagai daerah dan perguruan tinggi. Mereka turun langsung ke Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, melalui program Gerakan Mengajar Desa (GMD).

Dipimpin Ridho Nurfebrianto Baskandar atau yang akrab disapa Kang Bara, pengusaha muda asal Tasikmalaya sekaligus Ketua Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kota Tasikmalaya, para pemuda tersebut melaksanakan kegiatan pengabdian di SDN 5 Ciawi dan lingkungan masyarakat sekitar.

Kelompok Kang Bara menjadi salah satu kelompok GMD Kabupaten Tasikmalaya yang ikut ambil bagian dalam gerakan mengajar desa secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga:HUT RI ke-81, Diky Candra: Masyarakat Tasikmalaya Harus Tetap Semangat Memaknai Kemerdekaan

Menariknya, 11 tutor yang terlibat berasal dari kampus dan daerah yang berbeda. Mereka dipertemukan oleh semangat yang sama, yakni hadir di tengah masyarakat desa, berbagi ilmu, serta memberikan pengalaman baru kepada anak-anak.

Para peserta tersebut yakni:

1. Ridho Nurfebrianto Baskandar atau Kang Bara, Universitas Buana Perjuangan Karawang
2. Muhammad Agil Al Adami, Universitas Winaya Mukti
3. Nurhikmah Luthfiyah, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
4. Nadia Putri Nurgiftia, Universitas Jenderal Soedirman
5. Putri Fauziyah, Universitas Siliwangi
6. Rahma Nursaid Munawar, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
7. Salwa Mutiara Bilbina, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
8. Nabella Hatsna, Universitas Terbuka Bandung
9. Sri Alvi Noer Rahma, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya
10. Dahlia Nursafitri
11. Silvia Dwiharni, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Kegiatan GMD tidak hanya diisi dengan pembelajaran formal di dalam kelas. Anak-anak diajak mengikuti kegiatan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Baca juga:Jejak Lintasan Pacuan Kuda di Dadaha, Sejarah yang Sudah Terlupakan

Para tutor berupaya menciptakan suasana yang membuat siswa berani bertanya, berani menyampaikan pendapat, sekaligus mengenal berbagai pengalaman dari mahasiswa dan pemuda yang datang dari berbagai perguruan tinggi.

Bagi Kang Bara, mengajar di desa bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menanamkan keberanian kepada anak-anak agar berani memiliki cita-cita.

“Bagi saya, mengajar bukan hanya tentang menyampaikan materi. Lebih dari itu, kita ingin anak-anak tahu bahwa mereka punya kesempatan untuk bermimpi setinggi mungkin. Kami datang dari kampus dan daerah yang berbeda, tetapi hari ini kami dipertemukan oleh satu hal yang sama, yaitu keinginan untuk berbagi dan memberikan manfaat,” kata Kang Bara.

Baca juga:Perahu Bambu dan Keindahan Alam, Situ Sanghyang Jadi Magnet Wisata Lokal

Menurutnya, momentum kegiatan yang berdekatan dengan Hari Kemerdekaan juga memiliki makna tersendiri bagi generasi muda.

“Apalagi momentum ini berdekatan dengan Hari Kemerdekaan. Kemerdekaan menurut saya bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda hari ini mengisi kemerdekaan dengan karya, pendidikan, dan pengabdian,” ujarnya.

Kehadiran para tutor mendapat sambutan positif dari pihak SDN 5 Ciawi. Guru sekolah menilai kegiatan tersebut memberikan warna baru dalam proses pembelajaran sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi para siswa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini