Kilas Tasikmalaya – Tampir atau nyiru merupakan peralatan tradisional berbahan bambu yang biasa digunakan masyarakat Jawa Barat untuk menjemur berbagai jenis makanan. Di tengah pesatnya perkembangan peralatan modern, masih ada pengrajin yang setia mempertahankan warisan budaya tersebut. Jum,at 10 Juli 2026.
Salah satunya adalah Ikin, warga Kampung Sukamulya RT 27 RW 08, Desa Cineam, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Sejak tahun 1997, ia terus menekuni kerajinan anyaman bambu berupa tampir bersama sang istri.
Saat ditemui Kilas Tasik di kediamannya, Mang Ikin menceritakan bahwa keterampilan menganyam bambu diperolehnya secara otodidak dengan belajar dari pengalaman dan para pengrajin lainnya. Di sela-sela kesibukannya sebagai petani, ia memanfaatkan waktu luang untuk membuat tampir.
Baca juga:Jejak Adu Bagong di Tatar Sunda, Tradisi Lama yang Kini Tinggal Cerita
Bahan baku bambu sebagian besar diperoleh dari kebun. Sementara hasil kerajinannya dipasarkan ke sejumlah wilayah, seperti Kota Tasikmalaya, Cisarua, Sirnajaya, Rajadatu, Pasirmukti, hingga Pasar Cineam.








