Kilas Tasikmalaya – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, menghadirkan suasana yang berbeda dan sarat nilai budaya. Forum yang umumnya berlangsung formal ini justru terasa lebih hidup dengan hadirnya kesenian tradisional wayang golek sebagai bagian dari rangkaian acara pembukaan. Senin 23 Pebruari 2026.
Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dr. Dedi Mulyana, membuka kegiatan dengan peragaan wayang golek, bahkan tampil langsung sebagai dalang. Konsep tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari para peserta Musrenbang yang hadir. Nuansa budaya yang dihadirkan dinilai mampu memperkuat pesan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan dari pelestarian tradisi dan kearifan lokal.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, yang turut menghadiri kegiatan tersebut, juga ikut ambil bagian dalam peragaan wayang golek. Secara spontan, ia memainkan wayang di hadapan peserta. Meski dilakukan tanpa persiapan khusus, penampilannya terlihat luwes dan penuh penghayatan.
Baca juga:Golok Galonggong Manonjaya, Warisan Pandai Besi dari Tasikmalaya
Dalam kesempatan itu, Diky Candra menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga kesenian wayang golek. Ia menegaskan bahwa wayang golek bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai filosofi, pendidikan, dan identitas masyarakat Sunda.
“Wayang golek ini harus kita jaga bersama. Ini adalah bagian dari budaya kita yang memiliki makna mendalam,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatannya memainkan wayang golek bukan hal yang sepenuhnya baru. Menurutnya, pengalaman sebelumnya dalam memainkan wayang membuat dirinya tidak merasa kaku saat didaulat tampil secara dadakan.








