“Kebetulan kami memang pernah memainkan wayang golek, jadi ketika diminta dadakan pun tidak terlalu kaku. Ini juga bentuk kecintaan terhadap seni dan budaya daerah,” tambahnya.
Baca juga:Perahu Bambu dan Keindahan Alam, Situ Sanghyang Jadi Magnet Wisata Lokal
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas seni, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemimpin daerah. Kehadiran dan partisipasi langsung dalam kegiatan budaya dinilai menjadi pesan moral yang kuat bagi generasi muda.
Pelaksanaan Musrenbang Disporabudpar Kota Tasikmalaya kali ini pun tidak hanya menjadi ruang perencanaan program pembangunan, tetapi juga momentum refleksi akan pentingnya menjaga identitas budaya. Perpaduan antara forum strategis pemerintahan dengan kesenian tradisional menjadi gambaran bahwa pembangunan dapat berjalan selaras dengan pelestarian nilai-nilai lokal.
Dengan semangat tersebut, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan dan program yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga penguatan karakter budaya dan jati diri Kota Tasikmalaya.
Reporter: Dit








