Kilas Jakarta – Rencana awal pertemuan melalui WhatsApp dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) serta Direktur Jenderal Kebudayaan, “ujar Diky Candra kepada Kilas.info. Rabu 21 Januari 2025 .
Terkait persoalan sarana dan prasarana gedung kesenian sempat mengalami perubahan agenda. Wakil Menteri Pariwisata dipanggil oleh DPR RI sehingga pertemuan diundur hingga keesokan harinya. Namun karena adanya agenda lain, pertemuan tetap dilaksanakan dengan Direktur Jenderal Kebudayaan.
Dalam pertemuan tersebut, secara mendadak rombongan juga dipanggil langsung oleh Menteri Kebudayaan ke ruang kerja menteri yang baru. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai hal strategis terkait pelestarian budaya dan pengembangan seni di Kota Tasikmalaya.
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah perkembangan penetapan Tugu Koperasi sebagai cagar budaya. Disampaikan bahwa kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Tasikmalaya telah rampung, dan saat ini tinggal menunggu proses lanjutan dari TACB Provinsi dan Pusat.
Dalam audiensi tersebut juga ditegaskan posisi Kota Tasikmalaya sebagai episentrum budaya Priangan Timur, yang menjadi tumpuan bagi kabupaten dan kota di sekitarnya. Oleh karena itu, perhatian pemerintah pusat dinilai sangat penting dalam mendukung penguatan infrastruktur dan ekosistem seni budaya di Kota Tasikmalaya.
Kondisi sejumlah fasilitas seperti Gedung Kesenian, Gedung Creative Center (GCC), serta potensi besar seni dan budaya lokal turut dipaparkan.
Selain itu, disampaikan pula harapan agar pemerintah pusat dan provinsi dapat membantu Kabupaten Tasikmalaya dalam pengembangan kawasan Cilembang sebagai areal seni pertunjukan. Meski aset tersebut milik Kabupaten Tasikmalaya, pengembangannya diyakini akan memberikan efek multiplikasi positif bagi Kota Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya.








