Wakil Bupati juga menegaskan agar setiap aparatur bekerja secara terencana, akuntabel, dan transparan, serta mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat. Menurutnya, aparatur Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan harus hadir sebagai pendamping dan penggerak bagi petani dan nelayan, bukan sekadar pelaksana administratif.

Selain itu, ia mendorong agar seluruh jajaran meningkatkan koordinasi dan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, serta tuntutan peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan daerah. Penguatan data, pemanfaatan teknologi, dan pendekatan partisipatif kepada masyarakat menjadi hal yang perlu terus dikembangkan.

Pembinaan dan pengawasan ini juga merupakan bagian dari agenda rutin Wakil Bupati Tasikmalaya dalam memonitor kesiapan organisasi perangkat daerah menghadapi tahun anggaran 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas arahan Bupati Tasikmalaya dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, dan berorientasi pada hasil.

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan serta seluruh pegawai Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya. Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh aparatur semakin solid dan siap menjalankan program pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan ketahanan pangan, produktivitas sektor pertanian dan perikanan, serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. (Ek)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini