Anton menuturkan, dari 10 ekor sapi yang disembelih, sebanyak 6 ekor merupakan hasil iuran warga RW 12. Sementara 4 ekor sapi lainnya berasal dari keluarga pengurban yang juga merupakan warga Cibatur.
“Empat ekor sapi itu berasal dari keluarga Ibu Hj. Siti Hajar Juharah dan Bapak Jajang Kadarusman, kemudian Ibu Hj. Aoh Saroh, Ibu Hn. Noneng, dan Ibu Hj. Oih Hindasah,” jelasnya.
Menurut Anton, proses penyembelihan hewan kurban berlangsung sukses, tertib, dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat setempat yang turut menyaksikan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah proses penyembelihan hewan kurban berjalan sukses dan lancar serta disaksikan antusias warga RW 12,” tambahnya.
Baca juga:Jejak Lintasan Pacuan Kuda di Dadaha, Sejarah yang Sudah Terlupakan
Untuk pendistribusian daging kurban, panitia memprioritaskan masyarakat di lingkungan RW 12 Cibatur terlebih dahulu agar manfaat kurban dapat dirasakan secara merata.
“Biasanya setiap tahun kami membuat sekitar 1.420 gaganting daging kurban. Masing-masing gaganting beratnya lebih dari 7 ons daging, belum termasuk tulang dan lainnya,” terangnya.
Anton juga menegaskan bahwa kegiatan penyembelihan hewan kurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Penyembelihan hewan kurban setiap tahunyang kami laksanakan ini menjadi media silaturahmi sesama warga masyarakat RW 12 Cibatur,” pungkasnya.(Amf)








