“Ini merupakan wujud kepedulian terhadap para pejuang yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia Kabupaten Indramayu. Ke depan, insyaallah SMSI akan menjadi pelopor dalam hal-hal lainnya,” ujarnya.

Baca juga:Jejak Lintasan Pacuan Kuda di Dadaha, Sejarah yang Sudah Terlupakan

Veteran Mengaku Terharu
Apresiasi datang dari Ketua LVRI Kabupaten Indramayu, H. Rakhmat.

Ia mengaku terharu karena kegiatan kepedulian yang dilakukan SMSI tersebut menjadi pengalaman yang berkesan bagi para veteran.

Menurutnya, perhatian yang diberikan SMSI kepada veteran memiliki arti tersendiri. Bukan semata karena bantuan yang diterima, tetapi karena masih ada pihak yang mau datang dan meluangkan waktu untuk berbagi serta mengenang perjuangan para pendahulu.

“Kami mengapresiasi kegiatan kepedulian yang dilakukan SMSI ini. Ini yang pertama kali, dan kami merasa terharu,” kata H Rakhmat.

Baca juga:Tak Sekadar Lomba Perahu, Pacu Jalur Jadi Magnet Wisata Dunia

Di TMP Dharma Ayu, pertemuan antara insan media dan para veteran kemudian berlangsung dalam suasana sederhana. Tidak ada jarak yang terlalu jauh. Setelah rangkaian doa selesai, percakapan dan silaturahmi menjadi bagian dari kegiatan.

Bagi SMSI, kegiatan tersebut menjadi cara lain untuk memaknai kemerdekaan tidak hanya mengingat tanggal 17 Agustus, tetapi juga menyentuh mereka yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa.

Sementara bagi para veteran, doa yang dipanjatkan bersama menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu belum semestinya berhenti sebagai cerita masa lalu.

Kemerdekaan memang telah berusia 81 tahun. Namun, di antara makam para pejuang dan wajah para veteran yang semakin menua, pesan tentang menghargai jasa pahlawan kembali menemukan maknanya bahwa mengenang perjuangan tidak cukup hanya dengan upacara, tetapi juga dengan kepedulian.(Ek)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini