Arena yang dahulu pernah menjadi saksi semangat olahraga dan budaya, saat ini tidak lagi difungsikan sebagai lintasan pacuan kuda. Minimnya fasilitas, perubahan tata ruang kota, serta berkurangnya perhatian terhadap olahraga tradisional menjadi beberapa faktor yang menyebabkan pacuan kuda perlahan memudar dari kehidupan masyarakat setempat.
Meski demikian, pacuan kuda tetap memiliki nilai historis dan potensi besar untuk kembali dihidupkan. Sebagai olahraga tradisional yang telah dikenal hingga tingkat nasional, pacuan kuda dapat menjadi sarana pelestarian budaya, pengembangan olahraga prestasi, sekaligus daya tarik wisata daerah.
Revitalisasi pacuan kuda di Tasikmalaya, baik melalui pembenahan fasilitas, dukungan pemerintah daerah, maupun keterlibatan komunitas, diharapkan mampu mengembalikan kejayaan olahraga tradisional ini.
Dengan upaya yang serius dan berkelanjutan, pacuan kuda tidak hanya akan menjadi cerita masa lalu, tetapi bisa kembali hadir sebagai bagian dari identitas budaya dan olahraga Tasikmalaya. Pacuan kuda adalah warisan yang patut dijaga, agar semangat tradisi dan prestasi tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (Ek)









[…] Baca juga:Jejak Lintasan Pacuan Kuda di Dadaha, Sejarah yang Sudah Terlupakan […]