Menurutnya, semangat kemandirian tersebut menjadi teladan bagi organisasi kemasyarakatan lainnya. Selain aktif melestarikan budaya Sunda, Pasundan Istri juga menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat terus berjalan meskipun tanpa mengandalkan dukungan anggaran dari pemerintah.
“Kalaupun ada bantuan dari pemerintah tentu mereka siap menerima. Tetapi kalau tidak ada pun mereka tetap berjalan. Itu yang paling utama. Mereka ingin menjadi contoh bahwa berbuat untuk masyarakat tidak harus selalu meminta kepada pemerintah,” ujar Diky Chandra.
Baca juga:Tak Sekadar Lomba Perahu, Pacu Jalur Jadi Magnet Wisata Dunia
Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti apakah selama ini Pasundan Istri pernah menerima bantuan keuangan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Menurutnya, kebijakan terkait dukungan anggaran merupakan kewenangan kepala daerah dan harus mengikuti mekanisme serta peraturan yang berlaku.
Diky berharap kepengurusan baru Pasundan Istri Kota Tasikmalaya masa bakti 2026–2031 dapat terus memperkuat peran organisasi dalam melestarikan budaya Sunda, meningkatkan kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kemajuan Kota Tasikmalaya.”Harapnya.(Amf)








