Kilas Tasikmalaya — Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VI yang dirangkaikan dengan pendidikan dan pelatihan kader bangsa serta wawasan kebangsaan dalam rangka memperingati HUT ke-66 SOKSI.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Dewi Asri, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (27/10/2026), tersebut mengusung tema “Optimalisasi Peran Serta Kader SOKSI untuk Mewujudkan Tasik Maju Jawa Barat Istimewa”. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 27–28 Oktober 2026.

Selain menjadi forum organisasi untuk mengevaluasi kepengurusan dan menentukan arah kebijakan, Muscab VI juga menjadi momentum memperkuat peran kader SOKSI dalam pembangunan daerah sekaligus konsolidasi organisasi menjelang Pemilu 2029.

Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., mengatakan, SOKSI secara historis memiliki peran dalam memperjuangkan ideologi negara.

Baca juga:Perahu Bambu dan Keindahan Alam, Situ Sanghyang Jadi Magnet Wisata Lokal

Menurutnya, tantangan saat ini menuntut organisasi untuk mengambil bagian dalam menghadapi persoalan kemiskinan dan dampak neoliberalisme.

“Kalau sekarang, garda terdepan memperjuangkan kemiskinan, termasuk pengaruh neoliberalisme. Karena dalam kegiatan ini ada penguatan wawasan kebangsaan,” ungkap Asep.

Ia berharap SOKSI dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam menekan angka kemiskinan, antara lain melalui penguatan kewirausahaan serta peningkatan kesejahteraan pekerja.

Asep menilai, pengembangan usaha perlu diiringi dengan perlindungan hukum dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja agar tercipta ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Baca juga:Sundawani Wirabuana Desak Bupati Subang Buktikan Integritas,Laporkan Percobaan Suap Ke APH

“Sehingga memiliki sebuah ekosistem, usahanya tetap jalan, pegawainya sejahtera dan terlindungi baik secara hukum maupun dapat memakmurkan secara ekonomi,” harapnya.

Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Tasikmalaya, Aang Budiana, S.Ag., menegaskan Muscab merupakan agenda wajib organisasi yang tidak sekadar menjadi forum musyawarah rutin, tetapi juga sarana menentukan arah kepemimpinan dan program kerja ke depan.

“Kami berharap melalui Muscab ini bisa menghasilkan keputusan-keputusan sesuai dengan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga SOKSI Kabupaten Tasikmalaya,” terang Aang.

Menurutnya, Muscab VI diharapkan mampu melahirkan estafet kepemimpinan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat struktur organisasi melalui keterlibatan kader dari berbagai kecamatan.

Baca juga:Palabuhanratu, Perpaduan Ombak Samudra dan Legenda Pantai Selatan

Ia menjelaskan, kader-kader di tingkat kecamatan akan dipertimbangkan untuk direkomendasikan menjadi bagian dari kepengurusan SOKSI tingkat kabupaten.

“Dalam Muscab ini ada rotasi dari kepengurusan yang akan kita ambil sekarang dari setiap kecamatan. Kita akan rekomendasikan menjadi pengurus cabang di tingkat SOKSI kabupaten,” katanya.

Aang juga menegaskan bahwa SOKSI bukan partai politik, melainkan salah satu organisasi pendiri Partai Golkar bersama Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro).

Atas dasar hubungan historis tersebut, ia menyatakan SOKSI Kabupaten Tasikmalaya siap mendukung kebijakan dan program Partai Golkar, termasuk bersinergi dengan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi.

Aang turut menyampaikan target politik organisasi untuk mendorong peningkatan perolehan kursi Partai Golkar di Kabupaten Tasikmalaya.
“Mudah-mudahan Golkar dari tujuh kursi bisa menjadi 14 kursi,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini