Kilas Tasikmalaya – Adu kemiri atau yang dikenal dalam budaya Sunda sebagai Ngadu Muncang merupakan salah satu permainan tradisional yang memiliki jejak sejarah panjang sejak masa kerajaan di Nusantara. Permainan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarat nilai budaya dan pernah menjadi bagian dari kehidupan kalangan bangsawan.

Pada masa lampau, khususnya di wilayah Jawa Barat, adu muncang kerap dimainkan oleh para raja dan kaum menak. Selain itu, para jawara juga menjadikan permainan ini sebagai ajang untuk menunjukkan kekuatan dan “kesaktian” melalui kemiri pilihan mereka. Dalam konteks tersebut, kemiri bukan sekadar biji, melainkan simbol kekuatan, keberuntungan, dan prestise.

Kemenangan dalam adu kemiri memiliki nilai tersendiri. Pemilik kemiri yang tidak mudah pecah dianggap memiliki kualitas terbaik, sehingga memberikan kebanggaan dan status sosial di lingkungan masyarakat.

Baca juga:Jejak Adu Bagong di Tatar Sunda, Tradisi Lama yang Kini Tinggal Cerita

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini